Blacksmith philosophy
Cobalah Baca dulu!!, dan katakan perasaan mu, webblog ini dari Leonardus Beni Aji Prabangkoro, 04IKOM005,

A Living “Dead Poets Society”

“Dead Poets Society”, Film yang ketiga kalinya ku tonton ini, masih bercerita tentang hal yang sama yaitu idealisme dan persahabatan, dan  masih ada idealisme yang sama…. Film ini pertama kali aku tonton sekitar 3 ato 4 tahun lalu (yang pasti ketika aku masih SMA kelas 2 ato 3, ato justru semstr 1 kuliah), satu hal yang pasti ketika pertama kali aku menonton film ini, satu hal yang muncul dalam pikiran ku dan dan aku tulis di binderku dengan isi :
“It doesn`t matter how you looks, what you wear, and how rich you are?, but the most important are how you think, how you act, and how you contribute your thought for other people” — ini hasil pemikiran ku — , itu masih menjadi pegangan ku hingga sekarang. memang terlihat sedikit ato justru terlalu idealis dan naif pada jaman sekarang, tapi itulah yang kurasakan hingga sekarang. Ketika melihat film itu juga aku ingat pada suatu kata – kata dari seseorang, yang aku baca dari suatu buku atau buletin :
The true Wealth of society is not physical things, but the human mind when it is liberated by enterprise, challenge, and service” — STEVE FORBES — . kata itu sangat persis atau bahkan sama dengan cerita yang digambarkan dalam film itu,

PERJUANGKAN SESUATU YANG MENURUTMU PANTAS DIPERJUANGKAN!!!, ENTAH ITU AKAN MENGORBANKAN SESUATU YANG PALING BERHARGA DARIMU!!, IDEALISME ITU PERLU

One Response to “A Living “Dead Poets Society””

  1. ada film sejenis kok. thrilernya di sukatoro.com


Leave a Reply